Sunday, March 30, 2014

Konsep Pengetahuan

Hai Sobat blogger, maaf ya bila postingan Kreasi Kita terkadang timbul tenggelam.. Hehehe,... Habisnya sibuk mulu kerja sebagai jalan untuk menyambung hidup.. Selamat membaca ya Sob..



Pengertian Pengetahuan
  • Menurut Benyamn Bloom (1908), pengetahuan (knowledge) adalah merupakan hasil “tahu”, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu (Notoatmodjo, 2003).
Tingkat Pengetahuan
  • Pengetahuan menurut Benyamn Bloom (1908), dibedakan menjadi 6 tingkat, antara lain:

    • Tahu (know) diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari. Tahu merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. Untuk mengukur bahwa orang tahu apa yang dipelajari, antara lain: menyebutkan, menguraikan, mendefenisikan, menyatakan.
    • Memahami (comprehension) diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut dengan benar. Orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan terhadap objek yang dipelajari.
    • Aplikasi (application) diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi riil (sebenarnya). 
    • Analisis (analysis) adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek kedalam komponen-komponen, tetapi masih didalam suatu struktur organisasi tersebut, dan masih ada kaitannya datu sama lain.
    • Sintesis (synthesis) merupakan suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain, sintesis itu suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada. 
    • Evaluasi (evalution) merupakan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian-penilaian itu berdasarkan suatu criteria yang ditentukan sendiri. (Notoatmodjo, 2003) 
Cara Memperoleh Pengetahuan
  • Ada beberapa cara untuk memperoleh pengetahuan antara lain: 
    • Cara coba-salah (trial and error). Cara ini dilakukan dengan menggunakan kemungkinan dalam memecahkan masalah, dan apabila kemungkinan tersebut tidak berhasil, dicoba kemungkinan yang lain.
    • Cara kekuasaan atau otoritas. Pengetahuan ini diperoleh berdasarkan pada otoritas atau kekuasaan yang berasal dari otoritas pemerintah, otoritas pemimpin agama, maupun ahli ilmu pengetahuan.
    • Berdasarkan pengalaman pribadi. Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa lalu.
    • Melalui jalan pikiran. Dalam memperoleh kebenaran pengetahuan manusia telah menggunakan jalan pikirannya, baik melalui induksi mamupun deduksi.
    • Cara modern atau ilmiah. Dalam memperoleh kesimpulan dilakukan dengan mengadakan observasi langsung dan membuat pencatatan-pencatatan terhadap semua fakta sehubungan dengan obyek yang diamati. (Notoatmodjo, 2005)
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan 
    • Umumr (age) seseorang berpengaruh pada proses perkembangan. Seseorang yang masih berusia muda biasanya sangat energik dan selalu mencari kesempatan atau tantangan baru (Purwanto, H, 2004).
    • IQ (Intelegent Quotion) tidak dapat berkembang. Jika seseorang lahir terlahir dengan kondisi IQ sedang, maka IQ-nya tidak bias bertambah atau berkembang. Artinya, jika seseorang terlahir dengan kecerdasan intelektual (IQ) yang cukup, percuma saja dia
      mencoba segala cara untuk mendapatkan IQ superior dan jenius (Ahmad, A, 2006). 
    • Keyakinan (confident). Umumnya setiap individu memiliki keyakinan. Tindakan, perilaku, dan cara pandang seseorang terhadap diri sendiri dan orang lain dipengaruhi oleh keyakinan (Al Rasyidin, 2006).
    • Pengalaman seseorang merupakan akumulasi dari keberhasilan dan kegagalan serta gabungan dari kekuatan dan kelemahan. Dari pengalaman tersebut, seseorang memperoleh pembelajaran untuk yang lebih baik. Semakin banyak pengalaman seseorang maka makin tinggi pengetahuan, sikap dan keterampilannya (sjafri, 2007). 
    • Sosial Ekonomi. Tingkat social ekonomi terlalu rendah sehingga sulit mencerna pesan yang disampaikan, karena lebih memikirkan kebutuhan-kebutuhan yang lain. 
    • Adat Adat kebiasaan yang telah tertanam sehingga sulit untuk mengubah misalnya, makan ikan dapat menimbulkan cacingan. 
    • Lingkungan Kondisi lingkungan tempat tinggal sulit untuk mengubah perilaku, karena pengetahuan terlalu minim.
Demikian saja Sob, terimakasih ya atas apresiasinya..